Berita Timur Tengah Terbaru Iran Siapkan Pengayaan Uranium

Posted on

Berita Timur Tengah terbaru, mengabarkan bahwa Juru bicara Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Behrouz Kamalvandi, mengatakan  jika wilayah Teheran siap untuk meningkatkan pengembangan uraniumnya ke tingkat yang lebih tinggi terkait antisipasi jika upaya menyelamatkan kesepakatan nuklir dengan Uni Eropa gagal.

Matamatapolitik mengulas berita timur tengah terbaru kali ini bahwa, Iran mengumumkan dimulainya produksi uranium hexaflouride atau UF6 dengan meningkatkan kapasitas pengembangan uranium. Rencana Teheran ini disampaikan kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

UF6 merupakan nama dari senyawa uranium yang dibutuhkan untuk bahan bakar reaktor nuklir. Namun, terdapat laporan lain yang menyebutkan jika UF6 dapat dipergunakan untuk bahan senjata.

seperti dilansir beberapa media masa disebutkan, “Dalam sebuah surat yang akan diserahkan kepada Badan Energi Atom Internasional, Iran mengumumkan proses peningkatan kapasitas (pengayaan uranium) untuk memproduksi UF6 (uranium hexafluoride) akan segera dimulai, kata Kamalvandi.

Jubir ini juga mengatakan jika langkah terbaru dalam program nuklir dilakukan atas dasar titah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. 

Dalam pidatonya hari Senin, pimpinan tertinggi Iran menyatakan bahwa AEOI harus segera mempersiapkan untuk memulai pengembagan uranium hingga tingkat 190.000 SWU yang saat ini masih dalam kerangka JCPOA (Joint Comprehensive Plan of Action). 

JCPOA  sendiri adalah nama resmi dari kesepakatan nuklir tahun 2015 yang ditandatangani Iran beserta enam negara kekuatan dunia (Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China).

Namun, seperti diberitakan bahwa Presiden Donald Trump beberapa waktu lalu memutuskan kesepakatan tersebut dan kembali menjatuhkan sanksi kepada Iran.

Kamalvandi menekankan bahwa, dengan meningkatkan program nuklirnya, Iran tidak sedang berusaha mengembangkan senjata dari  nuklir. “Tujuan kami bukan untuk membuat senjata nuklir, karena hal tersebut bertentangan dengan sikap keagamaan kami,” imbuhnya

“Pesan dari tindakan kami adalah bahwa kami akan mempertahankan kapasitas kami untuk aktivasi pada tingkat tinggi, dan jika kami sepakat untuk membatasi sekarang, itu karena pihak-pihak lain harus mematuhi komitmen mereka,” katanya. Menilik atas sikap AS yang dinilai tak memiliki komitmen pada pernyataan kesepakatan yang sebelumnya dibuat.

Selalu kunjungi matamatapolitik untuk berita timur tengah terbaru maupun berita lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *