Kaos Polos, Apa Saja Jenis Bahan Kain yang Dipakai dalam Pembuatannya?

Posted on

Dalam usaha konveksi atau sablon kaos, biasanya kaos yang dipakai merupakan kaos polos tanpa gambar dan tulisan. Kaos tersebut digunakan untuk membuat kaos oblong, t-shirt, v-neck dan sejenisnya. Sedangkan untuk kaos yang berkerah seperti polo shirt biasanya memakai kain rajutan pique atau lacoste. Jika ingin kaos atau t-shirt yang terasa nyaman, maka pilihlah yang berbahan 100% katun. Berikut ini adalah beberapa jenis bahan kain untuk pembuatan kaos:

  • Katun combed (20s, 24s, dan 30s).

Cotton atau katun combed merupakan bahan kain yang dibuat dari 100% serat kapas murni sehingga karakteristik bahan kaos ini halus, adem, menyerap keringat dan tentunya, nyaman digunakan. Beberapa jenis kain katun combed yang ada di pasaran tersedia berdasarkan jenis benang serta setting gramasinya. Ada 3 varian cotton combed yang paling populer, yaitu 20s, 24s dan 30s. Yang membedakan adalah tingkat ketebalan dari bahan kain tersebut.

  • Cardet (20s dan 30s).

Cardet merupakan sejenis kain yang serat benangnya kurang halus sehingga hasil pakaian atau kaos yang dihasilkan jika menggunakan jenis kain ini juga kurang rapi dan halus. Namun bisa dibilang, jenis kain cardet ini merupakan versi KW 1 nya dari cotton combed. Meski harganya relatif murah, namun kain cardet masih cukup pantas dijadikan kaos polos yang dilempar ke pasaran menengah ke bawah seperti untuk kaos oblong olahraga, seragam buruh atau kuli dan kaos pabrik.

  • Polyester dan PE.

Polyester adalah sejenis bahan kain untuk pembuatan kaos, serat sintetis ini dibuat dari bahan ester atau hasil produksi sampingan dari penyulingan minyak bumi yang digunakan sebagai bahan dasar serat fiberpoly. Dibanding jenis kedua katun yang sudah disebutkan di atas, jenis polyester dan PE terasa panas saat digunakan.

  • Tetheron Cotton (TC).

Tetheron Cotton (TC) merupakan bahan kain untuk kaos yang bahan dasarnya adalah campuran cotton dengan polyester dengan skala perbandingan 35% untuk polyester dan 65% untuk cotton/katun. TC ini lebih seperti PE, terasa panas saat dipakai karena kemampuan menyerap keringat yang kurang baik. Namun kelebihannya, bahan kain ini tidak mudah melar dan tahan kusut meski sudah lama digunakan.

  • Viscose.

Viscose atau yang juga dikenal sebagai kain rayon merupakan bahan serat buatan manusia (sintesa celuosa organik) yang umum dipakai sebagai bahan kain. Tekstur kain rayon ini mirip seperti kapas dan biasanya digunakan untuk menambah kecerahan warna serta kenyamanan pada serat sintetis. Kain ini termasuk jenis kain mewah dan sulit ditemui di pasaran konvensional, namun bisa saja Anda temukan di pasaran toko online jual kain.

  • Cotton Viscose (CVC).

Bahan kain untuk kaos ini merupakan campuran dari 45% viscose (rayon) dan 55% cotton (katun). Biasa disebut dengan katun rayon. Bahan ini memiliki keunggulan yang lebih banyak dibandingkan bahan kain lainnya karena penyusutan pola (shrinkage) dari kaos ini lebih kecil daripada jenis cotton. Selain itu, bahan CVC ini juga nyaman, adem dan menyerap keringat dengan baik.

  • Hyget.

Hyget bisa dibilang merupakan bahan kain untuk pembuatan kaos polos yang low-budget. Karena harganya yang relatif murah, bahan kain untuk kaos ini sering dipakai untuk percetakan kaos dalam jumlah yang sangat banyak seperti kaos partai atau kaos kampanye. Bahan kain ini terbuat dari bahan plastik dan sangat tipis, selain itu saat dikenakan juga terasa panas.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *