Tiga Mitos Misterius di Taman Sari Gua Sunyaragi, Cirebon

Posted on

Belum bertemu jodoh? Atau udah punya pacar tapi masih ragu “dia bukan ya yang bakal jadi jodohku hinga menikah?” Kalau masih galau begitu, kenapa tak coba pecahkan mitos yang ada di Taman Sari Gua Sunyaragi di Cirebon, saja? Konon katanya jika pergi berdua bersama pasangan ke sana, kamu akan berjodoh. Tapi, hati-hati ada satu tempat yang masih berada di Taman Sari Gua Sunyaragi yang malah membuat susah jodoh. Jadi seram juga ya kalau begitu.

Sumber foto:pintuwisata.com

Lokasi Taman Sari Gua Sunyaragi mudah sekali ditemukan karena berada ditempat yang strategis yakni di sisi Jalan Brigjen Darsono. Bagi pelancong dari luar kota, tak usah khawatir sulit menemukan hotel di sekitar sini karena kamu masih bisa pesan hotel murah di Reservasi.com untuk menemukan hotel yang masih berada di jalan Brigjen Darsono

Untuk masuk kawasan Taman Sari Gua Sunyaragi, kamu hanya perlu membayar biaya tiket masuk seharga Rp10.000,-,terjangkau bukan? Sedangkan untuk biaya parkirnya dikenakan Rp5.000,-. Jika kamu ingin mendapatkan informasi yang lengkap mengenai Gua Sunyaragi, silakan sewa jasa pemandu seharga Rp40.000- Rp50.000 tergantung dari kehandalan kamu dalam bernego. Namun, tak masalah jika kamu tak ingin menyewa pemandu jasa, cukup baca artikel ini saja untuk mengetahui misteriusnya Taman Sari Gua Sunyaragi.

Kawasan Taman Sari Gua Sunyaragi dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian Pesanggrahan dan bangunan gua itu sendiri. Di bagian Pesanggrahan, kamu dapat melihat serambi, ruang ibadah, kamar mandi, kamar rias, ruang tidur, taman serta kolam. Konon, zaman dulu Pesanggrahan ini digunakan oleh Sultan Cirebon beserta keluarga sebagai tempat beristirahat dan meditasi. Makan, tak heran jika nama Sunyaragi terdiri dari dua kata yakni Sunyayang artinya sepi dan ragi yaitu raga.

Sedangkan di bagian Gua, berbentuk gunung-gunung yang terbuat dari batu-batu koral yang kononnya berasal dari Pantai Selatan Jawa dan dipindahkan dengan bantuan spiritual khusus. Di dalam Gua terdapat lorong-lorong sempit dan terowongan yang menghubungkan ke bawah tanah.

Tiga Mitos Misterius Gua Sunyaragi

Masuk ke bagian yang terpenting bagi kamu para jomblo yang berharap segera menemukan jodohnya setelah berkunjung dari sini. Jangan sampai kamu malah jadi susah jodoh, menurut mitosnya.

Jika tak ingin sulit jodoh, jangan sampai kamu menyentuh patung batu yang dinamakan Perawan Sunti. Patung Perawan Sunti berada di bagian Gua Peteng, persisnya berada di pintu masuk setelah melewati kolam.

Namun, jika kamu ingin segera mendapatkan jodoh lekaslah pergi ke Gua Kelanggenangan yang berada tidak jauh dari pohon lengkeng. Mitosnya, siapapun yang masuk ke Gua Kelanggengan akan enteng jodohnya dan akan langgeng terus cintanya. Sayangnya, jika kamu berkunjung saat musim hujan, gua tersebut tergenang air sehingga pengunjung tidak dapat masuk.

Selain mitos enteng jodoh dan sulit jodoh, ada mitos berbumbu mistis yang ikut mewarnai Taman Sari Sunyaragi. Konon, Taman Sari Sunyaragi memiliki ‘satpam’ yang bernama Ki Raksa Menggala. Bukan sembarang ‘satpam’ melainkan seekor naga berwarna hijau yang dari kepala hingga lehernya berwarna biru menyala sangat terang. Seekor Naga tersebut atau Ki Raksa Menggala diutus oleh Raja Padjajaran yakni Prabu Siliwangi untuk terus menjaga komplek taman tersebut sampai perintah dicabut.

Ki Raksa Menggala atau Naga tersebut tidak akan mengganggu pengunjung sama sekali. Namun, jika ada pengunjung yang dapat melihatnya itu adalah sebuah keberuntungan bagi yang melihatnya. Dan kejadian tersebut pernah dialami oleh seorang polisi yang sedang mengikuti upacara di Taman Sari Gua Sunyaragi. Tiba-tiba Anggota Polri tersebut melihat seekor naga berwarna hijau yang sedang meliuk-liuk masuk ke dalam salah satu gua. Apakah Anggota Polri tersebut benar-benar mendapatkan keberuntungan? Wallahu alam.

Bagaiman Sejarah dari Taman Sari Gua Sunyaragi?

Penasaran, bagaimana cerita terbentuknya Taman Sari Gua Sunyaragi yang kaya akan mitos ini? Ternyata, untuk sejarahnya pun terdapat dua versi yaitu versi Carub berdasarkan berita lisan yang disampaikan turun temurun bangsawan Cirebon dan versi Caruban Ngari berdasarkan buku ‘Purwaka Caruban Nagari’yang ditulis oleh Pangeran Kararangen atau Pangeran Arya Carbon pada tahun 1720M  dan versi inilah yang sering dijadikan acuan oleh pemandu wisata di sana. Menurut versi ini, Gua Sunyaragi didirikan tahun 1703 Masehi oleh Pangeran Kararangen, cicit Sunan Gunung Jati.

Jadi, untuk membuktikan mitos-mitos tersebut silakan langsung kunjungi Taman Sari Gua Sunyaragi dan lihatlah bangunan gua yang memiliki gaya arsitektur beragam di antaranya gaya Indonesia klasik, Tiongkok kuno, Timur Tengah atau Islam dan Eropa. Menakjubkan sekali bukan?

Masih banyak lagi objek wisata yang harus kamu kunjungi ketika di Cirebon. Oleh karena itu, lebih baik menginaplah dari cari hotel murah di Cirebon atau yang berada di kawasan jalan Brigjen Katamso. Jika kebingungan mencari hotel murah tapi fasilitas bagus, kamu dapat mencari melalui reservasi.com atau download aplikasi reservasi agar lebih mudah.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *